BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 09 Maret 2011

SHINee(샤이니)_Hello_뮤직비디오(MusicVideo)

charice ft iyaz - pyrammid


shawty's love is like a pyramid
we stand together till the very end
there'll never be another love for sure
iyaz and charice here we go

stones heavy like the love you've shown
solid as the ground we've known
and i just wanna carry on
we took it from the bottom up
and even in a desert storm
sturdy as a rock we hold
wishing every moment froze
now i just wanna let you know


earthquakes can't shake us
cyclones can't break us
hurricanes can't take away our love

pyramid, we've built this on a solid rock
it feels just like it's heaven's touch
together at the top (at the top baby) like a pyramid
and even when the wind is blowin
we'll never fall just keep on goin
forever we will stay like a pyramid

like a pyramid, like a pyramid hey
like a pyramid, like a pyramid hey
like a pyramid, like a pyramid hey

cold never ever when you're close
we will never let it fall
a story that was never told
something like a mystery
and every step we've took we grown
look how fast the time has flown
a journey to the place unknown
we're going down in history


earthquakes can't shake us
cyclones can't break us
hurricanes can't take away our love

pyramid, we've built this on a solid rock
it feels just like it's heaven's touch
together at the top (at the top baby) like a pyramid
and even when the wind is blowin
we'll never fall just keep it goin
forever we will stay like a pyramid


like a pyramid girl i'ma show you
that i love you so much that we're gonna get through
even when it storms i will never go
i'ma be the one to keep you safe
before was a love i care more than enough
holding on to one another be the cover when it's rough
mother nature, or disaster won't stop our happy ever after

pyramid... keep it going...
like a pyramid, like a pyramid hey


pyramid, we've built this on a solid rock
it feels just like it's heaven's touch
together at the top (at the top baby) like a pyramid
and even when the wind is blowin
we'll never fall just keep on goin
forever we will stay like a pyramid

pyramid..
pyramid, we've built this on a solid rock
it feels just like it's heaven's touch
together at the top (at the top baby) like a pyramid
and even when the wind is blowin
we'll never fall just keep it goin
forever we will stay like a pyramid
like a pyramid, like a pyramid hey
like a pyramid, like a pyramid hey
like a pyramid, like a pyramid hey

Tujuan Tahun Sanitasi Internasional 2008


1. Sasaran Tahun Sanitasi Internasional 2008. Meningkatkan kepedulian dan komitmen
dari beragam pelaku pada semua tingkatan terhadap pentingnya pencapaian target
sanitasi MDG, termasuk kesehatan, kesetaraan gender, masalah ekonomi, dan
lingkungan melalui kegiatan komunikasi, pemantauan data dan bukti nyata.
2. Memobilisasi Pemerintah (dari level Pusat hingga tingkat daerah), lembaga keuangan,
sector swasta dan lembaga-lembaga PBB melalui kesepakatan bersama mengenai
bagaimana dan siapa yang akan melakukan langkah yang diperlukan.
3. Menjamin komitment nyata untuk meninjau, membangun dan melaksanakan rencana
untuk mencontoh program sanitasi dan memperkuat kebijakan di bidang sanitasi melalui
pembagian tanggung jawab yang jelas agar rencana tersebut dapat terlaksana dengan
baik di tingkat nasional maupun internasional.
4. Mondorong peningkatan peningkatan, keberlanjutan dan solusi tradisional, dan pilihan
yang diinformasikan dengan mengenali pentingnya bekerja dari bawah dengan praktisi
dan komunitas
5. Menjamin peningkatan alokasi dana untuk memulai dan mempertahankan kemajuan
pembangunan di bidang sanitasi melalui komitment anggaran nasional dan
pengembangan kemitraan bersama.
6. Mengembangkan dan memperkuat institusi dan kapasitas manusia melalui pemahaman
pada semua tingkatan bahwa kemajuan pencapaian target sanitasi MDGs melibatkan
beragam program baik higenitas, fasilitas di tingkat rumah tangga dan pengolahan
limbah. Memobilisasi komunitas pengakuan peran wanita, bersama dengan pemaduan
intervensi pembangunan “perangkat keras” dan “perangkat lunak” merupakan hal
mendasar
7. Memperkuat keberlanjutan dan keefektifan solusi sanitasi yang tersedia, untuk
memperkuat dampak kesehatan, penerimaan secara budaya dan sosial, teknologi tepat
guna dan institusi, dan perlindungan terhadap lingkungan dan sumber daya alam.
8. Mempromosikan dan mendokumentasikan hasil pembelajaran untuk memperdalam
pengetahuan dan contoh sukses sanitasi yang berkonstribusi besar pada advokasi
dan meningkatkan investasi di sektor sanitasi.

metode pengolahan sampah organik

Pengomposan Individual
Kebun Karinda menyarankan pengomposan dengan metode Takakura. Jika dilakukan dengan benar dalam proses tidak ada bau busuk dan higienis. Tidak memerlukan tempat luas, tetapi tidak boleh kena hujan atau sinar matahari langsung.
Sampah organik dipisahkan dari sampah anorganik (kegiatan ini disebut “memilah sampah”) kemudian dicacah menjadi berukuran 2 cm x 2 cm agar mudah dicerna mikroba kompos. Wadahnya boleh keranjang cucian isi 40 L atau lebih dikenal dengan Keranjang Takakura, ember bekas cat atau kaporit (isi 25 L), drum bekas yang dipotong menjadi 2 bagian (isi 100 L), keranjang rotan atau bambu yang isinya lebih dari 25 L untuk mempertahankan suhu kompos. Pemilihan wadah tergantung bahan yang tersedia, selera dan banyaknya sampah setiap hari.
Sampah harus dimasukkan wadah kompos setiap hari (sebelum menjadi busuk) dan diaduk sampai ke dasar wadah supaya tidak becek di bagian bawah. Pengadukan juga dimaksud untuk memasukkan oksigen yang diperlukan untuk pernapasan mikroba kompos. Jika wadah sudah penuh, kompos baru bisa dipanen jika sudah matang.
Pengomposan dimulai lagi dengan wadah lain, dengan aktivator sebagian kompos yang masih panas dari wadah pertama. Kompos setengah jadi ini bisa juga dikirim ke pengomposan komunal untuk diproses bersama-sama. Sebagian ditinggal dalam wadah untuk dijadikan aktivator. Warga akan mendapat hasil panen kompos, atau membelinya dengan harga khusus.
Pengomposan Komunal
Memerlukan bangunan tanpa dinding, atapnya bisa dari plastik terpal, daun kirai, plastik gelombang, genteng dan sebagainya tergantung dana yang tersedia. Lantainya bisa tanah, semen atau paving blok. Kita bisa menyebutnya sebagai “Rumah Kompos”.
Untuk wadah pengomposan sampah organik rumah tangga dapat dibuat bak atau kotak dari bambu, kayu, paving blok, bata dan sebagainya. Agar dapat menyimpan panas, kotak harus memiliki volume paling sedikit 500 L atau memiliki panjang 75 cm, lebar 75 cm dan tinggi 1 m. Salah satu sisinya harus bisa dibuka, untuk mengeluarkan adonan kompos jika seminggu sekali dibalik. Banyaknya kotak tergantung jumlah sampah yang akan dikelola.
Hal penting agar tempat pengomposan bersih dan tidak berbau busuk, sampah yang masuk hanya sampah orgaik saja. Warga harus memilah sampahnya di rumah masing-masing (mengikuti RUU Persampahan). Di depan rumah tidak perlu ada bak sampah, tetapi disediakan dua wadah sampah untuk sampah organik dan anorganik. Petugas pengangkut sampah mengambilnya dengan gerobak sampah yang diberi sekat. Sampah organiknya diturunkan di Rumah Kompos.
Selanjutnya oleh petugas dicacah (manual atau dengan mesin pencacah). Jika menggunakan mesin pencacah, agar sampah tidak mengeluarkan air dan untuk menambahkan unsur Karbon, dicampurkan terlebih dahulu serbuk gergaji. Jika pencacahan secara manual, serbuk gergaji dicampurkan sebelum masuk wadah kompos. Aktivator yang digunakan adalah adonan kompos yang masih aktif atau belum selesai berproses. Jika menggunakan mesin pencacah, aktivator ditambahkan sebelum masuk mesin.
Adonan kompos dari sampah organik rumah tangga jika diaduk setiap hari, akan matang dalam waktu kurang lebih 10-14 hari, namun harus distabilkan dahulu sampai suhu menjadi seperti suhu tanah, kira-kira makan waktu 2 minggu baru bisa dipanen. Jika akan dikemas diayak terlebih dahulu untuk memisahkan bagian yang kasar atau belum menjadi kompos.
Jika tanah yang tersedia cukup luas dan sampahnya cukup banyak, pengomposan dapat dilakukan dengan sistem open windrow yaitu dengan timbunan-timbunan yang memerlukan pembalikan. Kompos setengah jadi yang dikirim oleh warga dicampurkan ke adonan kompos yang sudah berusia kurang lebih 1 minggu, dan akan matang bersama-sama.

shinee - amigo

[Minho]Cold heart, baby!
Cold eyes, baby!
Let's go!

[Jonghyun]Mannatda banhaetda
Keunyeo-ege banhaetda
Cheoeum boneun sexy
(Keunyeodo nareul bwa)
[Key]Wa, chagapda, chagapda
Eoreumdongju osyeotda
Hajiman sexy
(Jamgganman gidaryeo girl)
[Taemin]Naega ga dalryeoga dojeoneun neul jeulgeopda
Hajiman sesangeun manmanhaji anhatda

[All]*A.mi.go!
Keunyeol boda naega michyeo
A.mi.go!
Iri sone an jabhyeo
A.mi.go!
Yonggi nae naneun pitch up!
Eoddeokhae eoddeokhae
A.mi.go!
Naneun jajonshimeul deonjyeo
A.mi.go!
Dugeundugeun gaseum teojyeo
A.mi.go!
Keunyeol gajin gibun chwigo
Jukgetda jukgesseo

[Onew]Wasseulkka bwasseulkka
Eojjeoda keunyeol hanbeon
Keureon jeok eopseo
Keuraetdamyeon imi nan slave
[Jonghyun]Neon wanbyeokhae wanbyeokhae
Nae insaengeui ggokjijeom
Nan neoreul weonhae
I'm ready~ forever!
[Onew]Dorabwa meomchweobwa
[Key]Naege gihwil jweoya dwae
[Jonghyun]Sokbin nam, heose nam
Bigyo mara, naneun wanso nam

[All]*A.mi.go!
Keunyeol boda naega michyeo
A.mi.go!
Iri sone an jabhyeo
A.mi.go!
Yonggi nae naneun pitch up!
Eoddeokhae eoddeokhae
A.mi.go!
Naneun jajonshimeul deonjyeo
A.mi.go!
Dugeundugeun gaseum teojyeo
A.mi.go!
Keunyeol gajin gibun chwigo
Jukgetda jukgesseo
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/s/shinee/amigo.html ]
[Key]Hey, I don't know you
Keunyeol moreujiman keunyeoreul weonhae
Nareul bburichyeodo keudael jinjjaro weonhae
Namjadeureun modu jimseung neukdae gatdago
Eommadeureui gyeongheomdameun midji mallago
[Minho]Michin mimogajin neoneun sungbae bada maddang!
Yeongweonhi nae gyeoteseo sarangbada maddang!
Eoreumbari seorin nune himeul pureojweo
Ijen nal jikyeobwa matgyeobwa
Turn it up, girl~

[Taemin]Jikyeobwa, matgyeobwa sesang eopseodo nan jeoldae
Nae yeoja hanan ggeutggaji
[Jonghyun]Saranghaejul meotjin nam~

[All]*A.mi.go!
Keunyeol boda naega michyeo
A.mi.go!
Iri sone an jabhyeo
A.mi.go!
Yonggi nae naneun pitch up!
Eoddeokhae eoddeokhae
A.mi.go!
Naneun jajonshimeul deonjyeo
A.mi.go!
Dugeundugeun gaseum teojyeo
A.mi.go!
Keunyeol gajin gibun chwigo
Jukgetda jukgesseo

[All]*a.mi.go!
Keunyeol boda naega michyeo
A.mi.go!
Iri sone an jabhyeo
A.mi.go!
Yonggi nae naneun pitch up!
Eoddeokhae eoddeokhae
A.mi.go!
Naneun jajonshimeul deonjyeo
A.mi.go!
Dugeundugeun gaseum teojyeo
A.mi.go!
Keunyeol gajin gibun chwigo
Jukgetda jukgesseo

Cold heart, baby!
Eoreumdongju gateun nunbicheun malgo
Hanbeonjjeumeun useodo bwayo
Ogeum jeorigo eoreobuteo!
Cold eyes, baby!
Miso hanbeonjjeumman naege jweo bwayo
Keunal baro geum noyemodeu
Ogeum jeorigo eoreobuteo!
Cold heart, baby!
Yeah! alright
Cold eyes, baby!
I like that girl
Cold eyes, baby!

More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/s/shinee/#share

Hazard Analysis Critical Control Point

HACCP adalah suatu alat (tools) yang digunakan untuk
menilai tingkat bahaya, menduga perkiraan risiko dan menetapkan
ukuran yang tepat dalam pengawasan, dengan menitikberatkan pada
pencegahan dan pengendalian proses dari pada pengujian produk
akhir yang biasanya dilakukan dalam cara pengawasan tradisional
(Suklan, 1998).
Hazard Analysis, adalah analisis bahaya atau kemungkinan
adanya risiko bahaya yang tidak dapat diterima. Bahaya disini adalah
segala macam aspek mata rantai produksi pangan yang tidak dapat
diterima karena merupakan penyebab masalah keamanan pangan.
Bahaya tersebut meliputi :
- keberadaan yang tidak dikehendaki dari pencemar biologis,
kimiawi, atau fisik pada bahan mentah.
- Pertumbuhan atau kelangsungan hidup mikroorganisme dan hasil
perubahan kimiawi yang tidak dikehendaki (misalnya nitrosamin)
pada produk antara atau jadi, atau pada lingkungan produksi.
- Kontaminasi atau kontaminasi ulang ( cross contamination) pada
produk antara atau jadi, atau pada lingkungan produksi.
Critical Control Point (CCP atau titik pengendalian kritis),
adalah langkah dimana pengendalian dapat diterapkan dan
diperlukan untuk mencegah atau menghilangkan bahaya atau
menguranginya sampai titik aman (Bryan, 1995). Titik pe ngendalian
kritis (CCP) dapat berupa bahan mentah, lokasi, praktek, prosedur
atau pengolahan dimana pengendalian dapat diterapkan untuk
mencegah atau mengurangi bahaya. Ada dua titik pengendalian kritis:
- Titik Pengendalian Kritis 1 (CCP-1), adalah sebagai titik dimana
bahaya dapat dihilangkan
- Titik Pengendalian Kritis 2 (CCP-2), adalah sebagai titik dimana
bahaya dikurangi.
Meskipun aplikasi HACCP pada umumnya dilakukan di dalam
industri pengolahan pangan, tetapi pada prinsipnya dapat dilakukan
mulai dari produksi bahan baku sampai pemasaran dan distribusi. Hal
ini disebabkan beberapa kontaminasi, misalnya logam berat,
pestisida, dan mikotoksin yang mungkin mencemari bahan baku pada
Sudarmaji, Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis 185
waktu produksi, sangat sulit dihilangkan dengan proses pengolahan.
Oleh karena itu pengawasan terhadap bahan -bahan berbahaya
tersebut harus dimulai dari saat produksi bahan baku. HACCP tidak
hanya diterapkan dalam industri pangan modern, tetapi juga
diterapkan dalam produksi makanan katering/jasa boga, makanan
untuk hotel dan restoran, bahkan dalam pembuatan makanan jajanan.Manfaat HACCP
Terdapat beberapa keuntungan pokok yang diperoleh
pemerintah dan instansi kesehatan serta konsumen dari penerapan
HACCP sebagai alat pengatur keamanan makanan:
1. HACCP adalah suatu pendekatan yang sistematis yang dapat
diterapkan pada semua aspek dari pengamanan makanan,
termasuk bahaya secara biologi, kimia, dan fisik pada setiap
tahapan dari rantai makanan mulai dari bahan baku sampai
penggunaan produk akhir.
2. HACCP dapat memberikan dasar nuansa statistik untuk
mendemonstrasikan kegiatan yang dapat atau mungkin
dilakukan untuk mencegah terjadi bahaya sebelum mencapai
konsumen.
3. Sistem HACCP memfokuskan kepada upaya timbulnya bahaya
dalam proses pengolahan makanan.
4. Penerapan HACCP melengkapi sistem pemeriksaan oleh
pemerintah sehingga pengawasan menjadi optimal.
5. Pendekatan HACCP memfokuskan pemeriksaan kepada tahap
kegiatan yang kritis dari proses produksi y ang langsung
berkaitan dengan konsumsi makanan.
6. Sistem HACCP meminimalkan risiko kesehatan yang berkaitan
dengan konsumsi makanan.
7. Dapat meningkatkan kepercayaan akan keamanan makanan
olahan dan karena itu mempromosikan perdagangan dan
stabilitas usaha makanan (Suklan, 1998).
KESIMPULAN DAN SARAN
HACCP adalah suatu pendekatan sistem dalam pengamanan
makanan. Dengan pendekatan HACCP ini, maka pengawasan
keamanan makanan baik yang dikelola oleh perusahaan makanan,
jasa boga, rumah makan, restoran, maupun yang dikelola sebagai
makanan jajanan dan makanan rumah tangga, dapat lebih terjaminmutunya, karena setiap tahapan proses pengolahan dikendalikan
risikonya dan bahaya yang mungkin timbul. Untuk menerapkan
HACCP diperlukan peningkatan mutu sumber daya manu sia sehingga
pendekatan sistem ini dapat mencapai sasaran.
DAFTAR PUSTAKA
Bryan, Frank L. (1995). Analisis Bahaya dan Pengendalian itik Kritis .
(Diterjemahkan oleh Ditjen PPM dan PLP). Jakarta: Depkes
RI
ILSI-Eropa. (1996). Petunjuk Ringkas untuk Memah ami dan
Menerapkan Konsep Analisis Bahaya pada Titik Pengendalian
Kritis. Jakarta
Suklan, H. (1998). Pedoman Pelatihan System Hazard Analysis
Critical Control Point (HACCP) untuk Pengolahan Makanan.
Jakarta: Depkes RI
USDA. (1993). HACCP Principles for Food Production. USDA.

Teknik Sterilisasi Peralatan Kesehatan


Sterilisasi atau suci hama yaitu suatu proses membunuh segala bentuk kehidupan mikro organisme yang ada dalam sample/contoh, alat-alat atau lingkungan tertentu. Dalam bidang bakteriologi, kata sterilisasi sering dipakai untuk menggambarkan langkah yang diambil agar mencapai tujuan meniadakan atau membunuh semua bentuk kehidupan mikroorganisme.
Tehnik sterilisasi pada dasarnya dapat ditempuh melalui dua cara :
1. Secara Fisis
2. Secara kimia/chemical.
Kali ini kita membicarakan sterilisasi secara fisis.
STERILISASI SECARA FISIS
a. Metode Radiasi
Dalam mikro biologi radiasi gelombang elektromagnetik yang banyak digunakan adalah radiasi sinar ultraviolet, radiasi sinar gamma atau sinar X dan sinar matahari. Sinar matahari banyak mengandung sinar ultraviolet, sehingga secara langsung dapat dipakai untuk proses sterilisasi; hal ini telah lama diketahui orang. Sinar ultraviolet bisa diperoleh dengan menggunakan katoda panas (emisi termis) yaitu ke dalam tabung katoda bertekanan rendah diisi dengan uap air raksa; panjang gelombang yang dihasilkan dalam proses ini biasanya dalam orde 2.500 s/d 2.600 Angstrom. Lampu merkuri yang banyak terpasang di jalan-jalan sesungguhnya banyak mengandung sinar ultraviolet. Namun sinar ultraviolet yang dihasilkan itu banyak diserap oleh tabung gelas yang dilaluinya, sehingga dalam proses sterilisasi hendaknya memperhatikan dosis ultraviolet. ultraviolet.
Sinar ultraviolet yang diserap oleh sel organisme yang hidup, khususnya oleh nukleotida maka elektron-elektron dan molekul sel hidup akan mendapat tambahan energi. Tambahan energi ini kadang-kadang cukup kuat untuk mengganggu bahkan merusak ikatan intramolekuler, misalnya ikatan atom hidrogen dalam DNA. Perubahan intramolekuler ini menyebabkan kematian pada sel-sel tersebut. Beberapa plasma sangat peka terhadap sinar ultraviolet sehingga mudah menjadi rusak.
Sinar gamma mempunyai tenaga yang lebih besar dan pada sinar ultraviolet dan merupakan radiasi pengion. Interaksi antara sinar gamaa dengan materi biologis sangat tinggi sehingga mampu memukul elektron pada kulit atom sehingga menghasilkan pasangan ion (pair production). Cairan sel baik intraselluler maupun ekstraselluler akan terionisasi sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian pada mikro organisme tersebut.
Sterilisasi dengan penyinaran sinar gamma berdaya tinggi dipergunakan untuk objek-objek yang tertutup plastik (stick untuk swab, jarum suntik). Untuk makanan maupun obat-obatan tidak boleh menggunakan sinar gamma untuk sterilisasi oleh karena akan terjadi perubahan struktur kimia pada makanan maupun obat-obatan tersebut.

b. Metode pemanasan dengan uap air dan pengaruh tekanan (auto slave)
Benda yang akan disuci hamakan diletakkan di atas lempengan saringan dan tidak langsung mengenai air di bawahnya. Pemanasan dilakukan hingga air mendidih (diperkirakan pada suhu 100°C), pada tekanan 15 lb temperatur mencapai 121°C. Organisme yang tidak berspora dapat dimatikan dalam tempo 10 menit saja. Banyak jenis spora hanya dapat mati dengan pemanasan 100°C selama 30 menit tetapi ada beberapa jenis spora dapat bertahan pada temperatur ini selama beberapa jam. Spora-spora yang dapat bertahan selama 10 jam pada temperatur 100°C dapat dimatikan hanya dalam waktu 30 menit apabila air yang mendidih ini ditambah dengan natrium carbonat (Na2 CO3 ).

c. Metode pemanasan secara kering.
Pemanasan kering ini kurang efektif apabila temperatur kurang tinggi. Untuk mencapai efektivitas diperlukan pemanasan mencapai temperatur antara 160°C s/d 180°C. Pada temperatur ini akan menyebabkan kerusakan pada sel-sel hidup dan jaringan; hal ini disebabkan terjadinya auto oksidasi sehingga bakteri pathogen dapat terbakar. Pada sistem pemanasan kering terdapat udara; hal mana telah diketahui bahwa udara merupakan penghantar panas yang buruk sehingga sterilisasi melalui pemanasan kering memerlukan waktu cukup lama, rata-rata waktu yang diperlukan 45 menit. Pada temperatur 160°C memerlukan waktu 1 jam, sedangkan pada temperatur 180°C memerlukan waktu 30 menit. Pada metode pemanasan kering ini secara rutin dipergunakan untuk mensterilisasikan alat-alat pipet, tabung reaksi, stick swab, jarum operasi, jarum suntik, syringe. Oleh karena temperatur tinggi sangat mempengaruhi ketajaman jarum atau gunting maka hindarilah tindakan sterilisasi dengan metode panas kering terhadap jarum dan gunting.
d. Metode pemanasan secara intermittent/terputus-putus
John Tyndall (1877) memperoleh dari hasil penelitiannya bahwa pada temperatur didih (100°C) selama 1 jam tidak dapat membunuh semua mikroorganisme tetapi apabila air dididihkan berulang-ulang sampai lima kali dan setiap air mendidih istirahat berlangsung 1 menit akan sangat berhasil untuk membunuh kuman. Hal ini dapat dimengerti oleh karena dengan pemanasan intermittent lingkaran hidup pembentukan spora dapat diputuskan.
e. Metode incineration (pembakaran langsung).
Alat-alat platina, khrome yang akan disteril dapat dilakukan melalui pembakaran • secara langsung pada nyala lampu bunzen hingga mencapai inerah padam. Hanya saja dalam proses pembakaran langsung ini alat-alat tersebut lama kelamaan menjadi rusak. Keurtungannya: mikroorganisme akan hancur semuanya.
f. Metode penyaringan (filtration)
Metode penyaringan berbeda dengan metode pemanasan. Sterilisasi dengan metode pemanasan dapat membunuh mikroorganisme tetapi mikroorganisme yang mati tetap berada pada material tersebut, sedangkan sterilisasi dengan metode penyaringan mikroorganisme tetap hidur hanya dipisahkan dari material. Bahan filter/penyaringan adalah scjenis porselin yang berpori yang dibuat khusus dari masing-masing pabrik.
Ada banyak macam filter yaitu :
1) Berkefeld V.
2) Coarse N, M dan W.
3) Fine.
4) Chamberland.
5) Seitz.
6) Sintered glass.
Metode filtrasi ini hanya dipakai untuk sterilisasi larutan gula, cairan lain seperti serum atau sterilisasi hasil produksi mikroorganisme seperti enzym dan exotoxin dan untuk memisahkan fitrable virus dan bakteria dan organisme lain.

Referensi
Fisika Kedokteran